Selamatkan peternak kita!

Wakil Ketua KADIN : “Saat Krisis Seperti Sekarang Ini, Pemerintah Seharusnya Mengizinkan Impor Sapi Hidup Sebanyak-banyaknya.”
Di saat krisis daging yang masih mahal harganya, sebaiknya impor sapi hidup dibebaskan tanpa dibatasi dengan kuota. Hal ini kemungkinan bisa menjadikan solusi untuk menurunkan harga.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri Makanan dan Peternakan Juan Permata Adoe mengatakan di saat krisis seperti ini pemerintah seharusnya mengizinkan impor sapi hidup sebanyak-banyaknya. Menurutnya, sekarang ini daging sapi segar menguasai 85 persen pasar yang diperoleh dari rumah pemotongan hewan (RPH) dan peternak lokal. Namun sekarang ini pasokan yang tersedia mulai menipis khususnya daging sapi segar.
Sedangkan yang mengkonsumsi daging sampi beku hanya 15 persen yang biasanya didatangkan dari luar negeri, umumnya hanya untuk industri olahan dan hotel, restoran, dan katering (horeka). Dia berharap impor sapi hidup tidak hanya sebatas pada sapi bakalan, jika perlu sekaligus sapi siap potong yang bisa langsung masuk ke sekitar 40 RPH yang mempunyai sertifikasi animal welfare dari Australia, sehingga akan segera diperoleh daging sapi segar.

Sebab jika mendatangkan sapi bakalan masih membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk menjadikannya siap potong. Dengan adanya sapi impor siap potong secara tidak langsung berdampak penurunan harga karena pasokan dalam negeri banyak. Juan menyebutkan pemerintah justru banyak mendatangkan sapi impor beku asal Australia dengan alasan murah, namun tetap membiarkan RPH tidak memiliki stok sapi potong hingga merugikan semuanya, akibatnya daging beku yang diimpor kini bertumpuk di gudang, lantaran masyarakat lebih senang dengan sapi potong segar.
Sumber :

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.poskotanews.com%2F2013%2F08%2F19%2Fimpor-sapi-hidup-sebaiknya-bebas-tanpa-batas%2F&h=pAQGjSvJQAQFUNTDRHcqsjiet1wF0zR0VMQQ6XuVIA50zmg&s=1

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=532066506865158&id=192354284169717

mau

Er ist verruckt ! ich hasse dich ! du bist einen satz .. ich hasse hasse hasse .. viele hasse .. lalalalalalalalla dududududududududududududududduududududu

Mangga

Buah mangga termasuk buah-buahan penting yang ekonomis di Indonesia, yaitu terdapat sekitar tujuh juta pahon mangga yang meliputi lahan seluas 80.000 ha. Namun luasan lahan yang ditumbuhi varietas mangga yang dapat diekspor relatif kecil (Quane, 2002). Tahun 2002 Indonesia mengekspor mangga sebesar 63.742 kg atau senilai dengan $ 32,320 (BPS, 2003). Produksi mangga di Indonesia pada tahun 2002 mencapai 1.375.939 ton (Departemen Pertanian, 2003). Untuk menambah kegunaan dad buah mangga, maka biji mangga memungkinkan untuk dimanfaatkan. Sampai saat ini biji mangga belum dimanfaatkan secara optimal, namun memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan sebagainya (Morales et al., 2002)

Sumber : Widya, Desy 2003 Proses Produksi dan Karakteristik Tepung Biji Mangga (Mangifera indica L.)

URL : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19436

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!